Gunturan Hills Semakin Ramai, Tapi Menyisakan Persoalan Retribusi dan Koordinasi Antar Warga

Gunturan Hills, destinasi wisata alam

GLOBALINFORMASI.CO.ID – Cilegon,-

Gunturan Hills, destinasi wisata alam yang terletak di antara Kelurahan Grogol dan Kelurahan Pabean, Cilegon, terus menarik minat wisatawan berkat pemandangan alamnya yang indah dan menjadi viral dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik popularitasnya, tersimpan persoalan pengelolaan yang berujung pada konflik antara warga dan ketidakjelasan bagi para pengunjung. (30/07/2025).

Akses menuju lokasi hanya bisa dilalui melalui jalan coran di Lingkungan Cikeubel Atas, Kelurahan Grogol. Jalan menanjak yang cukup ekstrem membuat warga setempat melarang kendaraan bermotor naik hingga ke puncak dengan alasan keselamatan. Sebagai gantinya, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya di bawah dengan membayar retribusi parkir sebesar Rp5.000 per motor.

Pengunjung akan menerima dua lembar tiket parkir — satu ditempel di motor, satu dibawa ke atas sebagai bukti parkir. Namun, banyak pengunjung yang tidak mengetahui bahwa tiket tersebut harus diserahkan di puncak. Akibatnya, terjadi keluhan dari warga Pabean yang bertugas menjaga kebersihan dan keamanan di area atas karena tidak bisa mencatat dan membagi hasil retribusi secara adil.

Misnan (23), warga Kelurahan Pabean, menyampaikan kekecewaannya, “Saya hanya dapat capeknya. Banyak pengunjung meninggalkan sampah, padahal sudah ada imbauan jaga kebersihan. Saat saya minta tiket parkir, banyak yang tidak bawa. Padahal pembagiannya sudah disepakati.”

Seorang pengunjung, Ardi (39), mengaku mengalami kebingungan akibat kurangnya informasi, “Petugas parkir bilang ke saya, tiket yang satu bawa aja, nanti di atas kalau ada yang tanya kasihkan, tapi kalau nggak ada yang tanya ya bawa turun lagi,” tutur Ardi.

Sementara itu, pengunjung lain bernama Jannah menceritakan pengalaman berbeda. “Saya nggak dibilangin apa-apa. Cuma saya tanya kenapa motor nggak boleh naik, mereka jawab karena alasan keselamatan,” ungkapnya.

Konflik antar warga pun makin meruncing. Warga Pabean menilai kurangnya keterbukaan dari warga Link. Cikeubel dalam pengelolaan sistem tiket. Terlebih lagi, pihak Kelurahan Pabean juga belum membuka akses jalan alternatif ke Gunturan Hills, yang bisa menjadi solusi pengelolaan terpadu dan adil.

Melalui kesempatan ini, warga berharap Pemerintah Daerah Kota Cilegon dapat turun tangan untuk memediasi persoalan dan membentuk sistem pengelolaan wisata yang transparan, profesional, serta melibatkan semua pihak secara setara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *