Bupati Madina Saipullah Nasution, mengintruksikan Pemkab Mandailing Natal mengambil sampel air
MADINA,-
Pemkab Mandailing Natal mengambil sampel air dan ikan di Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, untuk mengetahui penyebab kematian ratusan ikan jurung.
Bupati Madina Saipullah Nasution mengatakan sampel akan diperiksa di laboratorium. Peninjauan dilakukan Minggu (20/9/26).
“Ke depan Pemkab berencana membuat bronjong atau bendung agar debit air di lubuk larangan lebih banyak dan ekosistem kembali normal,” kata Saipullah.
Ia menyebut kematian ikan diduga karena debit air Sungai Aek Tambangan yang berkurang dan dangkal, sehingga mengganggu kehidupan ikan dan pertumbuhan lumut sebagai pakan alami. Pemkab juga akan mendalami adanya saluran limbah rumah tangga dan musala yang mengalir ke sungai.
Dinas Perikanan telah melakukan penanganan sementara dengan pemberian obat. Informasi warga, hingga Jumat (18/9/26) ada 34 ekor ikan mati, namun saat peninjauan Minggu (20/9/26), jumlahnya mencapai sekitar 700 ekor.
Warga sempat menduga kematian ikan terkait aktivitas tambang. Warga di enam desa yakni Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang dan Panjaringan telah menghentikan aktivitas dompeng darat dan apung sejak kesepakatan Rabu (9/9). Warga hanya diperbolehkan mendulang atau manggore.
Saipullah menegaskan Pemkab masih menunggu hasil lab untuk memastikan penyebab pasti. Lubuk Larangan tersebut merupakan kawasan wisata budaya yang hasilnya untuk anak yatim.
Reporter: HENI SUSANTI












