Burlian Syafei Sebagai Presiden Partai PADI Menghadiri Deklarasi di Jakarta 

GLOBAL_INFORMASI

 

Acara Deklarasi Partai PADI di Jakarta 

Globalinformasi.co.id, JAKARTA,- Deklarasi Partai Amanat Demokrasi Indonesia atau PADI dihadiri para pendiri, Dewan Pimpinan Nasional, Ketua Adat, dan para undangan. Untuk menyaksikan keberadaan Presiden baru.

Undangan yang hadir dalam acara ini dihadiri kurang lebih 100 orang untuk melihat lebih dekat Presiden baru dan mendengarkan acara Deklarasi Partai PADI di Jakarta pada Minggu, 10 Maret 2025.

Mayjen Jendral Purnawirawan Burlian Syafei mengatakan “Acara buka bersama ini menjadi ajang silaturahim, diantara kita semuanya. Jadi kita tetap berpegang kepada kesederhanaan sesuai dengan bagaimana slogan dari Partai Amanat Demokrasi Indonesia disebut PADI. Dengan slogan nasional ‘Padi Tumbuh Bersama, Padi Maju Bersama, Padi Solusi Untuk Rakyat Indonesia’, seperti itu. Jadi kalau seperti beras itu kalo cuma 1 atau 2 butir nggak ada solusi,” imbuh Presiden PADI.

Partai Amanat Demokrasi Indonesia disebut PADI, sudah sejauh mana perjalanan partai kita ini artinya legalitas kita itu sudah ada AD/RT nya yang sudah ada konsep untuk diaktifkan sudah ada struktur sudah ada berita acara yang dikemas oleh Profesor kita.

S. Ramadan Djamil selaku ketua adat mengatakan “Insya Allah akan dilakukan deklarasi besar-besaran setelah habis lebaran. Awalnya dalam pembentukan PADI ini lahirkan dengan konsep tidak ada raja beras tidak ada raja partai yang ada butiran-butiran keras yang menjadi satu kekuatan yang sama,” tutur Ramadan.

Mendirikan partai sejak dini bertujuan yang pertama itu akan ada sosok orang yang memimpin dengan siapa yang menjadi presiden yang muncul orang yang melakukan untuk bermusyawarah. Membangun dengan kekuatan data-data yang besar. Artinya kita memang dari anak bangsa yang ingin menjaga persatuan dan kesatuan tanpa memandang agama, suku, semua sama Pancasila ada di dada kita.

“Burlian Syafei mengatakan ‘Bija Suci’ terlahir dan menerangi itu doktrin-doktrin adalah suatu pedoman ajaran yang diyakini kebenarannya. Jadi kita nggak boleh lepas dimana saja kita berada kita harus selalu bijak terlahir dan menerangi serta selamat sejahtera, baik lahir dan batin. Kalau kita tidak disucikan, Dibulan Romadhon ada puasa lalu proses Idul Fitri kembali menjadi tempat yang suci ,” tutup Burlian.

Helmi, S.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *