MASYARAKAT SUKABUMI GERUDUK DPR RI KOMISI 2

GLOBAL_INFORMASI

 

Masyarakat Sukabumi bertemu Ir. H Ateng Sutisna, MBA, dari Partai PKS di kantor DPR RI di Komisi II

Globalinformasi.co.id, JAKARTA,-

Masyarakat Sukabumi berangkat dari lokasi tujuan Geruduk kantor DPR RI di Komisi II untuk bertemu Ir. H Ateng Sutisna, MBA, dari Partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) untuk beraudensi keluh kesah yang di hadapinya.

Undangan masyarakat Sukabumi untuk audiensi dari 8 orang Desa Sukamaju, 11 Cidahu, 3 Cikidang, dan anggota LSM An-Nahl Bela Lindungi, rapat pleno Fraksi PKS dengar pendapat kepada komisi II DPR RI Ir. H Ateng Sutisna, MBA, pada hari Selasa tanggal 27/05/2025.

Sambutan pertama disampaikan oleh “Rudi Hermawan sebagai koordinator menyampaikan aspirasinya menyangkut pertanahan infrastruktur pertanahan, air bersih dan program air irigasi yang tidak berjalan. Adanya program hibah dari PDAM untuk desa Sukamaju dengan jatah 1.200, tetapi hanya 700 berarti hanya 40% tidak terpasang,” kata Rudi.

Adanya total anggaran 151 Milyar untuk 40.000 MBR. Diduga ada penyelewengan anggaran oleh oknum PDAM. Kami berharap permasalah ini bisa ditindak lanjuti dan diadvokasi sesuai dengan komisi terkait.

Desa Cikidang menuturkan, “Muhammad Ishak bahwa ada permasalahan listrik yg KWH nya masih terbatas dan jalan lingkungan yang belum tersentuh pembangunan yang sangat vital untuk kegiatan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

H. Burhanudin menyerahkan berkas kepada Ir. H Ateng Sutisna, MBA

“H. Burhanudin dari desa Cidahu, terkait permasalahan tanah yang 170 Ha yang telah diajukan permohonan HGU oleh kepala desa Cidahu kepada Mentri ATR BPN untuk di Redis untuk masyarakat melalui program PTSL. Mohon agar bisa dikawal dan ditindaklanjuti oleh pak Dewan. Agar rakyat bisa dengan leluasa membantu program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur H. Burhanudin.

“Ramli menjelaskan terkait permasalahan irigasi yang mengalir ke desa Cimanggu dan Sukamaju. Masalah muncul setelah pembangunan pembangkit tenaga listrik oleh PT. Gias. Program ini tidak berjalan karena debet air tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian masyarakat mengalami kekeringan. Mohon bantuan agar ada mediasi dengan pihak terkait agar ada solusi yang menggantungkan hidupnya pada aliran ke sawah masyarakat,” katanya.

Helmi S.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *