Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
www.globalinformasi.co.id, JAKARTA,-
Pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembangunan di wilayah Papua melalui struktur kelembagaan yang lebih terfokus. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pelantikan Komite Eksekutif oleh Presiden merupakan bagian dari strategi nasional yang telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus pada hari Rabu, 8 Oktober 2025.
Dalam pernyataannya, Mensesneg menyoroti performa para tokoh yang terlibat dalam diskusi strategis bersama Presiden dan Menteri Keuangan :
“Performanya cukup meyakinkan dan harapan kita besar kepada beliau. Bersama dengan Bapak Menkeu, dua orang, kita berdiskusi bahwa dengan Presiden juga tentunya, dirasa sementara cukup dengan Menkeu,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi dengan berbagai kalangan untuk menyerap aspirasi dan masukan.
“Banyak tokoh-tokoh, yang memberikan masukan gitu. Ada yang ekonom, tokoh agama, rutin aja kita membuka ruang komunikasi,” imbuhnya.
Menjawab pertanyaan mengenai tugas percepatan pembangunan Papua, Mensesneg menjelaskan struktur kelembagaan yang telah dibentuk berdasarkan amanat undang-undang.
“Jadi begini, sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus, itu kan ada yang disebut dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Di situ kemudian juga mengamanatkan untuk membantu badan ini, maka dibentuklah namanya Komite Eksekutif. Hari ini tadi dilantik oleh Presiden adalah Ketua dan Anggota dari Komite Eksekutif tersebut. Yang akan membantu kerja daripada Badan Pengarah yang diketuai oleh Wakil Presiden,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mensesneg juga menyampaikan harapan besar terhadap tim nasional sepak bola Indonesia yang tengah berjuang di ajang kualifikasi Piala Dunia.
“Harus menang dua pertandingan yang akan menentukan apakah kali ini untuk pertama kali dalam sejarah kita bisa masuk ke Piala Dunia. Mohon semua dukungan, doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan semangat dan doa terbaik bagi para pemain.
“Mari kita doakan para pemain-pemain dengan penuh kebanggaan, penuh semangat, harapan, dan mimpi kita untuk pertama kalinya semoga bisa terwujud. Dimulai dari malam ini,” ajaknya.
Menanggapi pertanyaan mengenai gugurnya dua prajurit dalam perayaan Hari Ulang Tahun TNI ke-80, Mensesneg menyampaikan rasa duka yang mendalam.
“Ya, tentunya kita semua pasti lebih berduka langsung bahwa meninggalnya dua prajurit yang gugur dalam perayaan HUT TNI ke-80 kemarin, itulah bukti adalah sebuah profesi yang pengabdian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa profesi sebagai prajurit tidak hanya mulia, tetapi juga penuh risiko, sehingga dukungan masyarakat sangat diperlukan.
“Selain pengabdian, tapi juga adalah profesi yang penuh dengan risiko. Oleh karena itulah kita semua berkewajiban untuk mendukung dan mensupport sepenuhnya dari masyarakat kita. Terima kasih,” imbuhnya.
Terkait rencana kebijakan baru yang sedang dikaji, Mensesneg menyampaikan bahwa prosesnya masih dalam tahap verifikasi dan perhitungan.
“Sedang dipelajari dulu, dihitung dulu. Ada rencana seperti itu, tapi mohon waktu, karena itu kan pasti harus dihitung, datanya juga harus diverifikasi, kemudian angka nominalnya juga harus diimbangi. Mohon sabar menunggu,” terangnya.
Menanggapi dinamika informasi terkait pelantikan Komite Eksekutif Papua, Mensesneg memberikan klarifikasi atas perbedaan penyebutan antara badan dan komite.
“Mau meluruskan aja. Tadi kan awalnya kan cepat disebutkan, Badan Percepatan Pembangunan kan awalnya informasinya, tapi sekarang kan dilantik menjadi Komite Eksekutif. Terus awalnya kami terima informasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun istilah berbeda, fungsi dan tugasnya tetap sama.
“Sama aja kerjanya Pak PM. Awalnya infonya kami terima, tapi ternyata ketuanya Felix Wanggai,” jelasnya.
Menanggapi spekulasi mengenai calon ketua yang sempat beredar, Mensesneg memberikan penjelasan.
“Awalnya kan kami terima informasinya kalau yang akan jadi Ketua Komite Eksekutif kan Bu Ripka. Makanya harus dilurusin dulu. Saya tidak pada posisi meluruskan karena informasinya itu memang nggak seperti itu. Kalau informasi dari kami kemudian berubah, nah itu kami luruskan,” tandasnya.
Sebagai penutup, Mensesneg menegaskan bahwa pihaknya tidak dalam posisi untuk mengklarifikasi spekulasi yang tidak bersumber dari informasi resmi.
“Tapi kalau tidak informasi, spekulasi-spekulasi seperti itu, ya kami tidak pada posisi meluruskan. Terima kasih ya. Terima kasih,” tutupnya.
Redaksi












