Foto Panitia Berziarah ke Taman makam pahlawan di Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara
www.globalinformasi.co.id, SULAWESI UTARA,-
Maria Josephine Catherine Maramis ( Maria Walanda Maramis), lahir di Kema, 1 Desember 1872, wafat di Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924 pada usia 51 tahun. Adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia karena usahanya untuk mengembangkan keadaan wanita di Indonesia pada permulaan abad ke-20.
Femmy Mokosolang, mengatakan, “Bahwasanya sebelum kita pentas. Seharusnya kita meminta persetujuan dari pihak keluarga dan mendiang Maria Walanda Maramis di Taman Makam Pahlawan yang terletak di Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara,” kata Femmy pada Jum’at tanggal 10 Oktober 2025.
Setiap tanggal 1 Desember, masyarakat Minahasa memperingati Hari Ibu Maria Walanda Maramis, sosok yang dianggap sebagai pendobrak adat, pejuang kemajuan dan emansipasi perempuan di dunia politik dan pendidikan.
“Dalam kunjungan tim panitia bersilaturahmi ke keluarga mendiang Maria Walanda Maramis, diterima dengan baik dan diperbolehkan untuk berziarah ke makamnya,” kata Femmy.
Situasi anak-anak perempuan pada zaman Maria Walanda Maramis adalah mereka umumnya tidak mendapat akses pendidikan tinggi dan hanya dibatasi pada keterampilan, melalui organisasi PIKAT mendirikan sekolah rumah tangga dan kejuruan untuk meningkatkan pendidikan, kemandirian, dan martabat perempuan.
Kondisi ini sangat kontras dengan kondisi saat ini, dan Maria Walanda Maramis berjuang agar perempuan bisa mendapatkan pendidikan setara dengan laki-laki dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Diperingati sebagai Pahlawan kontribusinya yang besar dalam emansipasi wanita membuatnya diakui sebagai pahlawan nasional dan di Minahasa disetiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Maria Maramis.
“Semoga produksi teater ‘Kolosal’, dapat menjadi sukses dan memberikan penghormatan yang layak kepada Ibu Maria Walanda Maramis dengan jasa-jasanya serta menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa,” tutup Femmy.
Helmi, S.Kom












