Pedagang ayam di Kota Medan terpaksa menaikkan harga dagangannya
MEDAN,-
Beberapa pedagang ayam olahan di Kota Medan terpaksa menaikkan harga dagangannya. Kenaikan ini dipicu melonjaknya harga bahan pokok, terutama daging ayam dan cabai.
Salah satunya dialami Ihsan, pemilik warung ayam penyet di Medan. Ia menaikkan harga ayam penyet sebesar Rp 1.000 per porsi. Pengumuman kenaikan itu ditempel di depan steling dagangannya.
“Mohon maaf sebelumnya…!!!, karena ada kenaikan bahan pokok yang sangat melonjak, harga ayam penyet naik Rp 1.000,” demikian isi pengumuman tersebut.
Ihsan mengaku terpaksa menaikkan harga karena harga daging ayam saat ini menembus Rp 45 ribu – Rp 47 ribu per kg. Sementara harga cabai rawit merah atau cabai caplak juga ikut naik hingga Rp 85 ribu per kg.
“Terpaksa lah dinaikkan harga. Semuanya pada mahal, ayam mahal sama cabai caplak pun ikut mahal,” ungkap Ihsan kepada detikSumut, Kamis (10/9/2026).
Kini, ayam penyet ukuran kecil dijual Rp 13 ribu per porsi dari sebelumnya Rp 12 ribu. “Rasa-rasanya naik Rp 1000 pas lah biar tidak terlalu memberatkan,” lanjutnya.
Namun Ihsan mengaku khawatir jika harga terus naik akan membuat pelanggannya berkurang. “Kalau tinggi terus harganya ini takutnya banyak yang lari,” ucapnya.
Hal senada juga dirasakan Wanda, pedagang ayam penyet di Marelan. Ia sudah menaikkan harga menjadi Rp 13 ribu per porsi dari Rp 12 ribu. “Pusinglah sekarang ayam Rp 46 ribu, cabai caplak pun ikut naik. Kita naikkan tapi untungnya jadi tipis lah,” kata Wanda.
Berdasarkan pantauan, beberapa harga bahan pokok lain di Medan juga naik. Cabai merah keriting dipatok Rp 53 ribu per kg. Sementara cabai rawit turun namun masih tinggi di angka Rp 57 ribu per kg.
Reporter: Arya Wijaya Kusuma












